Sejarah RCB

Ruang Cerita BPI (RCB) awalnya terbentuk pada tahun 2022 dalam bentuk aplikasi sederhana. Pengembangan aplikasi ini dilatarbelakangi oleh adanya tugas akhir mahasiswa pada mata kuliah penyuluhan yang mengharuskan mahasiswa membuat media layanan berbasis aplikasi terkait penyuluhan. Pada saat itu, terdapat mahasiswa yang mencari cara untuk membuat aplikasi penyuluhan versi sederhana. Melalui aplikasi Jagel, ditemukan solusi untuk membantu proses pembuatan aplikasi tersebut. Jagel pada dasarnya merupakan platform yang biasa digunakan untuk membuat aplikasi jual beli maupun desain aplikasi sederhana, namun kemudian dimanfaatkan dan didesain sedemikian rupa hingga dapat digunakan sebagai aplikasi penyuluhan yang diberi nama Ruang Cerita BPI (RCB). Meskipun demikian, aplikasi RCB pada tahap awal masih memiliki banyak keterbatasan dan belum berkembang secara maksimal setelah tugas mata kuliah selesai.

Memasuki tahun 2023, aplikasi RCB mulai dikembangkan kembali dengan melakukan berbagai penyesuaian serta pembaruan tampilan agar lebih menarik dan mudah digunakan. Pada tahap ini dilakukan pengembangan dari versi awal menuju versi lanjutan dengan peningkatan desain dan beberapa fitur pendukung layanan konseling. Walaupun telah mengalami perkembangan, aplikasi RCB saat itu masih menggunakan sistem yang terhubung dengan aplikasi Jagel sebagai platform utama. Pengembangan 38 tersebut dilakukan secara bertahap agar aplikasi dapat menjadi media layanan penyuluhan dan konseling yang lebih efektif bagi mahasiswa.

April 2024, aplikasi RCB yang berasal dari Program Studi BPI diikutsertakan dalam perlombaan di UIN Sunan Gunung Djati Bandung dan berhasil meraih Juara 1 tingkat nasional. Dalam proses pengembangannya terdapat empat orang developer utama, yaitu Bapak H. Donal Saputra, M.Pd., Kons, Yuanita, M.Psi, M Arya Maulana, Yudi Aggoro Kasih, dan Agus Rangga Pangestu. Selain itu, pengembangan aplikasi RCB juga mendapatkan dukungan dari para dosen fakultas. Keberhasilan memperoleh juara nasional membuat pihak fakultas melihat bahwa aplikasi RCB memiliki potensi besar untuk dikembangkan lebih lanjut sebagai media layanan konseling berbasis digital yang mampu menghubungkan konselor dan konseli secara lebih efektif.

November 2024, aplikasi RCB secara resmi diperkenalkan dalam acara Kongres FKM BPI/BKI VIII se-Indonesia. Setelah diperkenalkan, pengembangan RCB kembali dilakukan secara bertahap dengan mengarahkan sistem dari bentuk aplikasi menuju platform website. Perubahan ini dilakukan agar layanan dapat lebih mudah diakses, dikembangkan, dan dimanfaatkan oleh mahasiswa.